loading...
loading...
loading...

Banyaknya praktik rentenir/loan shark yang dilakukan oleh MR Li dengan bunga sekitar 125% ternyata tidak diketahui oleh penghutangnya, menurut pengakuan dari salah seorang peminjam uang banyak TKI yang tidak menyadari aturan tersebut saat hutang piutang terjadi terlebih lagi permasalahan  baik tentang bunga, bunga menjadi pokok hingga paspor yang di tahan sebagai jaminan.

TH seorang mantan TKI Hong Kong yang  baru sebulan kembali ke kampung halaman di Madiun  tersebut merupakan salah saksi yang tau bagaimana praktik rentenir yang di jalankan oleh Mr Li dengan menjaminkan paspor awal tahun 2017.

SK mengetahui jasa peminjaman uang Mr Li  dengan menjaminkan paspor  dengan seorang kenalannya yang juga sesama TKI  bernama YS.

Mengetahui SK sangat memerlukan uang mendadak dalam jumlah kecil dan tidak mungkin untuk mendatangi jasa finance resmi yang beroperasi di Hong Kong lantaran keterbatasan waktu, akhirnya menyepakati arahan YS untuk meminjam uang kepada Mr Li.

"Saya butuh uang untuk dikirim pada hari itu juga. Karena tidak punya waktu untuk meninggalkan rumah majikan pergi ke bank, akhirnya saya setuju saja saat ditawari pinjam uang ke Mr Li yang bersedia untuk datang ke bawah apartemen majikan saya." kenang YS.
[ads-post]
Saat terjadi akad transaksi pinjam meminjam, menurut pengakuannya, YS diberi penjelasan singkat oleh Mr Li terkait dengan kompensasi, syarat serta konsekwensi. Lantaran ketergesa-gesaan waktu serta kondisi lain, YS tidak memahami sepenuhnya apa yang dijelaskan Mr Li.

Akibatnya, tanggal jatuh tempo yang disepakati membuat YS terjebak dalam bunga hutang Mr Li. Setiap tanggal 5 setiap bulan, YS harus membayar cicilan dari hutangnya sebesar HKD 4.000 dengan angsuran HKD 1.440/bulan. Jika telat dari tanggal 5 dan lewat dari 3 hari, maka angsuran bulan berjalan dihitung macet. Konsekwensinya, bunga masuk ke pinjaman.

Hal inilah yang membuat YS dari berhutang HKD 4.000, baru bisa mengambil paspor setelah 7 bulan berhutang dengan total seluruh pembayaran sebesar  lebih dari HKD 11.000.

TH mengungkapkan, banyak dari peminjam yang tidak memahami aturan main tersebut sehingga membuat mereka tercekik dengan jebakan.

"Sepertinya banyak yang tidak paham dengan aturan mainnya. Selain itu, banyak pula mbak-mbak yang pinjam ke Mr Li itu karena sudah tidak bisa lagi pinjam di bank karena punya tunggakan macet, atau kalau bukan karena tunggakan macet di bank, pinjam ke Mr Li karena tidak punya waktu untuk datang ke bank" jelas TH.

Mengetahui pemberitaan tertangkapnya Mr Li, TH dan YS meskipun sudah mengakhiri masa kerjanya di Hong Kong mengaku sangat mendukung.

"Selain Mr Li, masih ada lho rentenir lain. Gak Cuma orang China, ada beberapa juga mbak-mbak TKW yang menjadi rentenir untuk sesama TKW Hong Kong.  Saya setuju kalau praktik seperti ini di tumpas." Tegas TH.

Hutang HKD 4 Ribu (atau Sekita Rp 7 Juta) Kepada Rentenir, Melunasinya HKD 11 ribu atau Sekitar Rp 20 Juta

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.