loading...
loading...
loading...

Kejadian mencampur air kencing dengan air minum majikan yang dilakukan oleh seorang TKI Hong Kong asal Ponorogo yang bernama Septiana Rahayu pada 26 Mei kemarin telah 2 kali di hadapkan kepada sidang.

Di persidangan kedua kasus yang terbilang unik dan langka di Hong Kong  ini masih belum bisa menemukan titik temu, pasalnya di perssidangan kedua yang di gelar kemarin jaksa penuntut belum bisa menemukan kandungan air kencing di dalam minuman majikan Septi.

Di depan hakim jaksa meminta tambahan waktu agar bisa menyelesaikan pemeriksaan barang bukti sampai benar-benar yakin bahwa air tersebut mengandung air kencing atau tidak, meskipun dalam pengakuan septiana dia mengakui jika telah mencampur air kencing tersebut agar majikannya menjadi baik.

Diakhir persidangan, Hakim menutup jalannya sidang dengan menunda sidang kasus Septiana sampai tanggal 20 Agustus mendatang.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, pada Sabtu (26/05/2018), Septiana diciduk Polisi setelah mendapat laporan dari majikannya yang curiga dengan air minumnya.Lantaran melakukan perbuatan tidak terpuji, memasukkan air kencingnya kedalam minuman majikannya, Septiana ditahan dan dihadapkan pertama kali ke persidangan pada 28 Mei kemarin.

Berdasarkan data dari Tuen Mun Law Courts, diketahui, bahwa pekerja rumah tangga asing yang disebut menjadi pelaku pembubuh air kencing ke dalam air minum majikannya bernama Septiana Rahayu, seorang pekerja migran Indonesia berusia 24 tahun.

Di persidangan yang beragendakan mendengar keterangan, Septiana mengakui telah melakukan perbuatan yang diikategorikan sebagai memasukkan racun atau bahan berbahaya kedalam minuman majikannya. Septiana mengaku hal tersebut didapat dari resep tradisional di kampung halamannya, sebagai sarana agar majikannya bisa menjadi baik hati kepadanya.

Terungkap, Septiana melakukan hal tersebut lantaran selama sebulan pertama bekerja di rumah majikannya, sikap buruk majikannya selalu dia terima setiap saat. Dari sisi majikan, berdasarkan keterangan hasil penyidikan, majikan mengaku selama sebulan pertama, Septiana memiliki kinerja yang buruk. Karena itulah, majikan sering menegur dan memarahi Septiana karena dianggap lemot memahami perintah dan pekerjaannya.
[ads-post]
Persidangan ditutup, sembari menunggu hasil uji labolatorium yang sekarang sedang dalam proses. Sidang akan kembali digelar pada 9 Juli 2018 nanti.

Berdasarkan penelusuran ApakabarOnline.com ke database pekerja migran, hanya ada satu nama yang ditemukan, nama Septiana Rahayu ditemukan berangkat melalui PT Surya Pasific Jaya, dan di Hong Kong disalurkan bekerja melalui agen Bestwell Employment Agency.

Jaksa Kesulitan Mendeteksi Kandungan Air Kencing Di Minuman Majikan Septiana

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.