loading...
loading...
loading...

Seorang TKI yang berasal dari Madura  Jawa Timur ditetapkan sebagai terdakwa atas penyelundupan sabu-sabu  dan di tuntut pidana penjara selama 17 tahun. dengan ini terdakwa juga di tuntut  untuk  membayar denda pidana sebesar Rp 1 milyar.

Pertimbangan hukum yang diberikan tersebut dilihat berdasarkan hasil tangkap tangan Polda NTB bersama tim terpadu Bea Cukai Mataram serta otoritas pengamanan Bandara Internasional Lombok pada akhir tahun 2017.

Munikmat tertangkap tangan membawa 1,41 kilogram sabu-sabu yang disimpan dalam tas kopernya. Aksinya terbongkar ketika Munikmat diperiksa petugas bandara yang ada di pintu pemeriksaan X-Ray.
[ads-post]
Namun Munikmat melalui Penasihat Hukumnya Hendi Ronanto mengatakan bahwa barang bukti tersebut bukan milik terdakwa. Melainkan barang haram itu disinyalir milik sepupunya yang juga bekerja sebagai TKI di Malaysia.

"Dia tidak tahu kalau ada barang itu di dalam tas kopernya. Karena sejak sehari sebelum pulang ke Indonesia, sepupunya itu yang membantu segala keperluan terdakwa, mulai dari dokumen kewarganegaraannya, tiket kepulangan sampai tas kopernya, klien kami juga diantarkan ke bandara," kata Ronan.

Lebih lanjut, Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Suradi, menyatakan sidang ditunda sampai Selasa pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa. Nikmat akan menyampaikannya dalam bentuk lisan.

Sumber:apaKabarPlus

Oleh-Olehnya Dari Luar Negeri, Hantarkan TKI asal Madura 17 Tahun Dijebloskan Ke Penjara

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.