loading...
loading...
loading...

Nasib malang menimpa Mustamin, 31 tahun warga yang berasal dari Lombok Timur ini adalah TKI ilegal yang bekerja sebagai TKI di Malaysia ini bukannya pulang membawa lembar uang tapi malah pulang dengan tanpa bernyawa.

Mustamin meninggl  setelah terjatuh dan terprosok di kebun kelapa sawit di tempatnya dia bekerja di Malaysia gara-garanya dia lari terbirit-birit setelah tau dikejar polisi.

Dilansir dari Lombok Pos, Mustamin yang tak mau tertangkap konyol dan mendekam di penjara Malaysia, terpaksa menghindari kerumunan polisi yang merazianya. Dia pun lari dan kemudian akhirnya terperosok jatuh ke sebuah lubang di sekitar tempatnya bekerja.

Jenazahnya kemudian ditemukan setelah tiga hari oleh teman-temannya dalam keadaan sudah bengkak dan membusuk. Jenazah Mustamin kemudian dievakuasi dan langsung dikremasi setelah ada kerebatnya yang mengurus di negara pimpinan Mahatir Mohamad tu.

"Dia (Mustamin, red) jatuh pada Rabu malam ketika ada razia. Mayatnya kemudian ditemukan setelah tiga hari atau pada hari Jumat," ungkap Anto, salah satu teman Mustamin yang dihubungi  via ponselnya, kemarin (15/07/2018).
[ads-post]
Beruntung, kata Anto, jenazah Mustamin masih bisa dikenali ketika ditemukan. Meski sudah membusuk dengan wajah menghitam, tapi teman-temannya masih bisa mengenalinya. Sehingga jenazahnya kemudian evakuasi dan dikremasi di pusat kesehatan terdekat.

"Mustamin baru bulan tiga bulan bekerja di sini (Malaysia, red). Tapi dia masuk tanpa dilengkapi dokumen. Dia tidak punya paspor dan masuk secara gelap," bebernya.

Meski demikian, sambung Anto, teman-teman Lombok dan kerabat Mustamin akan berusaha memulangkannya. Hanya saja saat ini masih terkendala dana untuk mengurusi jenazahnya di kantor kepolisian Malaysia. Biaya pemulangannya juga sangat tinggi mencapai RM 7.000 atau berkisar Rp 20 juta lebih.

"Tapi kita sudah menghubungi keluarganya di Lombok. Dan kita akan urunan untuk bisa memulangkan jenazahnya," pungkasnya.

Kasi IPK Dinas Tenaga Kerja Indonesia Lombok Timur, Lalu Sadli Bahtiar yang dikonfirmasi mengaku sudah mendengar informasi kematian Mustamin. Pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Konsulat KBRI di Malaysia.

"Yang jelas kita akan segera bantu korban. Hanya saat ini kita memerlukan datanya dulu," singkatnya.

Panik dan Ketakutan Dikejar Polisi, Seorang TKI Jatuh Hingga Meninggal Dunia

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.