loading...
loading...
loading...

Terkenal dengan biaya hidup tinggi di Dunia, Hong Kong ternyata bukanlah tempat yang murah untuk mati, Dilansir dari Deutch Welle kota ini kehabisan tempat untuk menyimpan sisa abu kremasi jenazah.

Harga satu unit berkisar  Rp 4 juta hingga Rp 2 Milyar.
Meski luas totalnya hanya sekitar 1.100 kilometer, Hong Kong ditempati penduduk sebanyak 7,3 juta jiwa, keadan tersebut membuat Hong Kong menjadi tempat yang padat, mahal sedunia.
keterbatasan hidup juga berimbas pada manusia yang hidup tapi juga yang sudah meninggal.

Bayar mahal atau tunggu empat tahun
[ads-post]
Hongkong kini juga menghadapi masalah kekurangan ceruk kolumbarium, yaitu tempat untuk menyimpan guci penyimpanan abu jenazah.

Diprediksikan akan ada sekitar 1,1 kali kremasi dalam 20 tahun mendatang. Sementara pemerintah hanya mampu menyediakan 800.000 thingga 900.000 tempat penyimpanan guci baru. Namun ini juga tergantung apakah masyarakat nantinya akan setuju dengan lokasi yang dipilih sebagai tempat kolumbaria.

Ceruk kolumbarium untuk umum dikenakan biaya $330 (sekitar Rp 4,7 juta) per unitnya. Namun dengan angka kematian yang mencapai 43.000 orang per tahun selama sepuluh tahun terakhir, dan hanya tersedia 500 tempat per tahun, para keluarga yang ditinggalkan harus menunggu setidaknya empat tahun untuk mendapatkan satu ceruk.

Banyak yang tidak punya pilihan lain selain beralih kepada kolumbarium yang dikelola swasta. Namun kurangnya suplai telah membuat harga kian meningkat.

Harga untuk satu unit kolumbrium pribadi saat ini yaitu sekitar $10,000 (Rp 144 juta). Harga juga tergantung dari lokasi dan perhitungan feng shui (ramalan Cina). Di kolumbaria yang paling mahal, satu unit ceruk bisa dibanderol Rp 2,2 miliar.

Peraturan perijinan baru

Hingga akhir 2016 terdapat 133 pengelola kolumbaria swasta yang menyediakan 365.000 ceruk. Kebanyakan terletak di dekat pemukiman penduduk dan menimbulkan keresahan terhadap orang-orang yang tinggal di dekatnya.

Terlalu Mahal Untuk Bisa Mati di Hongkong untuk TKI

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.